Solo Leveling Ch 140



  • Chapter 140 


    Setelah insiden kecil berakhir.
    Jin Woo bergerak ke depan Gates bersama Guild Knight.
    Tepat sebelum dia masuk

    "Tunggu sebentar."

    GuildMaster Park Jong-soo dan wakilnya Jung Yoon-tae memeriksa peralatan dan kondisi tim sekali lagi.
    Suasana berisik di depan pintu masuk menghilang dan sekarang sunyi.

    '... '

    Jin Woo menyukai ketegangan sebelum masuki ke dalam Dungeon ini.
    Semua karena ini akan menenangkan pikirannya.
    Setelah insiden kecil di masa lalu,dia takut dengan permintaan panggilan Asosiasi Hunter, jadi dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia menghindari teleponnya pada waktu itu.
    Tapi sekarang semuanya berbeda.

    "Tidak ada masalah,Tuan"
    "Baik" 

    Park Jong-soo mengangguk dan mendekati Jin Woo,yang telah mundur dari posisi terdepan kelompok.
    Jin Woo lalu berbalik karena ada yang memanggilnya.

    "Sung Jin Woo"
    "Ya"

    Jin Woo membuka lengannya dan menghadap Park Jong-soo. Park Jong-soo menundukkan kepalanya.

    "Tolong jaga aku dengan baik"

    Itu adalah ucapan pendek tapi diucapkan dengan sepenuh hati.
    Jin Woo menjawab dengan kata-kata yang sama.

    "Tolong jaga aku juga."

    Park Jong-soo dan Jung Yoon-tae memimpin,dan para Hunter lainnya masuk satu per satu.
    Jin Woo memastikan semua Hunter masuk dan perlahan,dia juga masuk kedalamnya.

    * * *

    [Anda telah memasuki Dungeon] 

    Seperti biasa,pesan sistem yang orang lain tidak bisa lihat menyambut Jin Woo.
    Hmm?
    Jin Woo memiringkan kepalanya.
    Dungeon ini memiliki lorong besar yang bahkan bisa dilewati oleh raksasa.
    Jin Woo belum pernah masuk ke Dungeon yang besar,tapi dia beruntung pernah melihatnya sekali. Namun demikian,Jin Woo tidak khawatir tentang ukuran Dungeon.
    Jin Woo merasakan udara dari dalam Dungeon.
    Disebut apa itu?
    Jin Woo lebih merasa nyaman saat berada di dalam Dungeon karena beberapa alasan.
    Ada banyak waktu ketika dia merasakan ketidaknyamanan yang datang di udara, tetapi ini adalah pertama kalinya.

    tapi -

    "Kita akan membersihkannya!"

    Bertentangan dengan firasat Jin Woo,tim penyerang menghadapi kesulitan di pintu masuk.

    "Twin Head Orge!"
    "Semuanya,hati-hati!"

    Monster,yang keluar dari Dungeon,berdiri di depan pintu masuk dengan mata merah berkilauan.

    "Oh ya ampun-!"

    Ukuran Twin Head Ogre itu dari dua kali lipat lebih besar dari yang biasa.
    Sulit untuk mengatakan seberapa besar kekuatannya.

    'Jika tim Raid menemukan Twinhead Ogre di Dungeon,mereka pasti akan selalu sibuk untuk melarikan diri darinya'

    "Serang!"

    Tapi tim Kinghts berbeda. Park Jong-soo,Tanker utama,melompat ke depan Ogre.
    Lalu Ogre mengangkat pemukul raksasa ke atas kepalanya seolah-olah telah mencabut sebatang pohon dan mengayunkannya.

    Clang! 

    Getaran menggema di seluruh gua.
    Namun,Park Jong-soo,yang sudah memperkuat otot-otot tubuhnya dengan Skill,menahan kekuatan luar biasa dari Twin Head Ogre tanpa sedikit pun menekuk lututnya.

    "Oh Tuhan!"
    "Aku baik-baik saja!"
    "Park,aku juga mau masuk" 

    Jung Yoon-tae,yang juga seorang Tanker,berdiri di samping Park Jong-soo.
    Park Jong-soo,yang berhasil menarik perhatian Ogre,lalu mengeluarkan raungan berat.

    "Serang!"

    Serangan balik tim Knight dimulai.
    Panah,mantra,pedang,dan tombak diarahkan pada Twin Head Ogre.

    Euaaag! 

    Twin Head Ogre yang diserang meraung dengan sangat marah.
    Namun...
    Park Jong-soo tidak terganggu oleh itu.
    Kadang-kadang,beberapa serangan menyelinap melewati pertahanannya,tetapi Jung Yoon-tae dengan cepat menahan semuanya.

    Whoosh! 

    Jung Yoon-tae,yang baru saja menerima tendangan dari Ogre,didorong mundur seketika.
    Tapi,berkat itu,para Hunter lainnya tidak terluka.

    Bang - 

    Bang - 

    Serangan para penyerang mulai merobek tubuh Ogre.

    huhh huh hu! 

    Jin Woo sekarang mengerti mengapa Guild Knight berada di tempat pertama di Yeongnam untuk waktu yang lama.

    "Roar!" 

    Akhirnya,Ogre didorong kembali dengan mulut berbusa.

    Thud! 

    Kemudian,monster tingkat bos jatuh tanpa satu pun korban.
    Kemenangan yang hebat.

    “Nicesu!”

    Pemimpin Park Jong-soo mengepalkan tangannya.
    Apakah itu karena dia?
    Tim dan dirinya menjadi lebih bersemangat dari biasanya.
    Bagaimana pandangan Hunter Sung Jin-Woo tentang ini?

    'Jika kau terkesan dengan kerja timku dan memutuskan untuk bergabung dengan Guild, kamu tidak akan terlalu khawatir'

    Sekilas -
    Mata Park Jong-soo dan Jin Woo bertemu.
    Park Jong-soo,yang khawatir tentang Jin Woo membaca pikirannya,merasa kesakitan atas apa yang harus dilakukan.
    Akhirnya,dia tersenyum lalu mendekati Jin Woo.

    "Aku akan istirahat sebentar"
    "Oh,tentu"

    Jin Woo mengangguk.
    Tidak seperti dia,yang dipenuhi dengan ramuan Pemulihan,Hunter lain hanya memiliki kekuatan sihir dan stamina yang terbatas.
    Sangat penting untuk beristirahat sebentar setelah bertarung dengan monster yang kuat.
    Park Jong-soo datang ke sisi Jin Woo,menatap tubuh Orge dan berkata dengan wajah yang terdistorsi:
    "Ini masalah besar."
    "..."

    Mata Jin-Woo beralih ke Park Jong-soo.
    Park Jong-soo lalu melanjutkan.

    "Aku tidak berpikir ini akan mudah karena pintu masuknya saja sudah dijaga oleh Twin Head Ogre" 

    Park lalu menyentuh dagunya dan tersenyum pada Jin Woo.

    "Apakah kamu tahu nama panggilan Twin Head Orge?"

    Jin Woo menggelengkan kepalanya dan Park Jong-soo berkata seolah-olah dia telah menunggu itu. 

    "Grave Keeper"

    Apakah itu nama panggilan yang diberikan pada arti karena begitu banyak korban akibat kekuatannya?
    Namun,penjelasan Park Jong-soo berbeda dari apa yang diharapkan Jin Woo.

    "Ini ...."

    Park melihat ke dalam gua.
    Suasana suram sepertinya mengalir dari sisi lain gua yang gelap gulita ia rasakan.

    "Orang ini seharusnya menjadi bos di Dungeon lainnya,tapi karena kita bertemu dengannya di pintu masuk"

    Park Jong-soo berbicara dengan suara khawatir.

    "Pasti akan ada beberapa monster undead yang luar biasa di dalam sana"

    * * *

    Panggilan telepon datang ke Pusat Pelaporan Asosiasi Hunter.
    Penelepon itu adalah seorang gadis muda

    "Halo, apakah ini Asosiasi?"

    Begitu panggilan tersambung,suara isak tangis datang dari telepon membuat resepsionis sadar bahwa itu tidak biasa.

    "Ya,benar.Bisakah Anda memberi tahuku apa yang terjadi?"
    "Sekarang,*hiks*,di sekolah kami.Ada monster yang muncul"
    "Di luar? Dimana posisimu?"
    "Aku bersembunyi.Aku sedang bersama seorang teman,tetapi temanku *hiks* temanku, aku di kamar mandi"

    Walau sulit berkomunikasi,karena terganggu oleh suara tangisan.
    Karyawan yang berpengalaman itu terus menghubungkan kata-kata untuk mengetahui apa yang ingin dikatakan gadis itu.
    Lalu.
    Sebuah pesan segera pergi ke markas Asosiasi.

    [Monster muncul di dalam sekolah,dikonfirmasi ada satu korban,dan para siswa sedang dievakuasi] 

    'Apakah sekolah itu mengalami Dungeon Break?'

    Resepsionis itu bergidik dengan ketakutan akan scenerio yang mengerikan itu dan fokus untuk mendengarkan anak sekolah itu.

    "Ada berapa monster di sana? Apakah mereka ada di dekatmu?"
    "Aku tidak tahu. *hiks* *hiks*.begitu banyak teriakan, *hiks*. Apa aku,eh,akan mati?"
    "Tolong tenang dan dengarkan aku"

    Resepsionis tahu dari pengalamannya,betapa rentannya manusia pada saat mereka menghadapi bahaya.
    Karena itu,dia terus mencoba untuk tetap tenang.
    Dan menenagkan penelepon dan tawarkan solusi terbaik adalah hal terbaik untuk situasi seperti ini. Itu juga merupakan perannya sebagai resepsionis Asosiasi.

    "Para Hunter sedang dalam perjalanan sekarang,dan mereka tidak akan pernah menyerah untuk menyelamatkan kalian,jadi kau harus tetap tenang sampai akhir,oke?"
    "Apakah begitu? *Hiks* apa aku bisa selamat?"

    Suara di gagang telepon mulai menjadi sedikit tenang. Itu pertanda baik.
    Resepsionis,yang percaya bahwa ia telah berhasil menenangkan gadis itu, lalu mengajukan pertanyaan paling penting selanjutnya.

    "Dan monster-monster itu ... Apakah kamu tahu jenis monster seperti apa mereka?"
    "Itu .. Ya,aku tahu.Aku tahu.Aku pernah melihatnya.Di TV"
    "Apa itu?"

    Ini adalah solusi yang baik untuk bersembunyi di kamar mandi jika monster itu inderanya tumpul dan hanya menggunakan matanya untuk mengejar manusia.
    Resepsionis berdoa bahwa monster yang muncul di sekolah adalah spesies itu.

    "Tubuhnya ... adalah humanoid,dengan wajah hitam,jelek.Oh,dan kulitnya berwarna hijau"

    'Jangan bilang itu?'

    Mata resepsionis melebar.

    "Apa ... Orc?"
    "Ya,itu dia.Orc"

    'Tidak!'

    Resepsionis melompat dan berteriak,tanpa ragu sama sekali.

    "Keluar dari sana! Sekarang! Orc— ”

    kemudian - 

    Jeritan putus asa keluar dan suara pintu kamar mandi pecah terdengar. 

    "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"

    * * * 

    Raid Guild Knight berjalan dengan mulus.
    Itu sangat halus sehingga sesuatu terasa aneh.
    Lalu.

    "Khhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!"

    Seekor hewan busuk,seukuran rumah,yang sedang melarikan diri dari para Hunter terperangkap dalam sihir dan lalu menemui akhirnya.
    Hal yang sama terjadi berulang kali,dan para Hunter mulai bertanya-tanya.

    "Itu aneh"
    "Mengapa mereka terus menatap kita dan melarikan diri?"
    "Tidakkah menurutmu mereka seakan dikejar oleh sesuatu?"

    Di Dungeon,undead yang kuat seperti vampir,liches,cacing menakutkan,dan hantu merah keluar berturut-turut.
    Dan mereka bukanlah lawan yang mudah.
    Mereka sangat sulit dibunuh,dan seseorang tidak boleh gegabah ketika membunuh mereka karena mereka akan pulih atau kembali dan menyerang lagi kapan saja.

    Tapi -

    Monster-monster seperti itu saat ini,tidak repot-repot berkelahi dan menyerahkan hidup mereka kepada para Hunter tanpa daya.

    'Ini seolah-olah mereka terlalu takut akan sesuatu ... '

    Itu adalah penilaian Park Jong-soo tentang monster yang muncul.
    Dia bahkan berpikir bahwa dia tidak perlu membawa Sung Jin Woo jika tahu akan menjadi seperti ini.

    'Tapi,tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di Dungeon'

    Apa ada alasan kenapa Dungeon Rank-A ini bisa begitu mudah dibersihkan?

    'Apa asalannya ... '

    Walau begitu,ini merupakan hal yang baik karena Raid bisa berjalan dengan mulus.
    Yah,Raid sejauh ini hanya menimbulkan cedera kecil saja di sana-sini.
    Di sisi lain,Jin Woo kecewa.

    'Aku mengharapkan sesuatu yang lebih hebat dari Gates Rank-A ini .. '

    Meskipun masih ada mana yang mengerikan keluar dari dalamnya,tetapi jika itu terus terlihat seperti ini,apakah aku bisa mendapatkan EXP? adalah apa yang dipikirkan Jin Woo.
    Dia bahkan tidak memiliki kesempatan tunggal untuk bertindak karena Guild Knight.

    '... '

    Jin Woo menghela nafas dengan lembut tapi kemudian,itu berubah keras.
    Langkah kaki Jin Woo juga terhenti.

    'Hah?'

    Saat Jin-Woo berbalik,Healer Jeong Ye-rim juga berhenti.

    "Ada apa,Hunter Sung Jin-Woo? Apakah ada sesuatu di belakang kita?"

    Jin Woo tidak menjawab.
    Jantungnya mulai berdetak seperti orang gila,dan tidak mampu menjawab setiap pertanyaan.
    Apa ini?
    Pupil mata Jin Woo yang menatap ke bagian luar Gates bergetar keras.
    Baru kemudian Jeong menyadari ada sesuatu yang aneh.

    "Hunter Sung Jin-Woo?"

    Pada saat itu.
    Wajah Jin Woo mengeras seperti batu.

    * * *

    “Euaaag”
    "Kkyaaa"

    Jeritan mengerikan terdengar dari seluruh sekolah.
    Kurang dari setengah siswa sekolah berlarian keluar untuk hidup mereka.
    Setengah lainnya sudah terbunuh atau berlarian di sekolah untuk menghindari para Orc.
    Tetapi pelarian mereka itu tidak berlangsung lama.
    Perburuan Orc,yang dimulai dari lantai bawah,secara bertahap naik ke atas dan membunuh semua orang dengan cara itu.

    “Euaaag”

    "Siswa yang tidak dapat melarikan diri dan tetap berada di kelas tolong tutup telinga kalian dari jeritan di lantai bawah"

    Ruang kelas tiga ada di lantai teratas gedung.
    Dan Jin ah adalah salah satu siswa kelas tiga yang juga belum melarikan diri.
    Satu-satunya cara untuk mempertahankan diri dari para Orc adalah memblokir pintu ruang kelas. 

    "Ah..."
    "Sial"

    Anak-anak lelaki memegang kursi,pel,atau apa pun yang bisa menjadi senjata di tangan mereka. Namun,tidak ada yang cukup kuat untuk menenangkan pikiran mereka yang ketakutan.
    Mereka hanya berharap para Hunter akan datang lebih dulu sebelum para Orc masuk ke ruang kelas. 

    Boom-! 

    Pintunya hancur.

    “Euaaag”
    "Kkyaaag"

    Bersamaan dengan jeritan para siswa,dua orc yang berlumuran darah datang ke kelas untuk melihat berapa banyak manusia yang bisa mereka bunuh.

    "Oh, oh."

    Anak-anak lelaki,yang menjaga pintu,melempar pel dan berlari ke pintu belakang dan membukanya. 

    Tapi -

    Para Orc,yang telah menunggu di pintu belakang,mengayunkan kapak ke dahi bocah yang berdiri di depan mereka.

    Crckk! 

    Bocah itu pingsan dengan mata terbuka lebar.

    “Euaaag”
    "Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!"

    Bagian depan dan belakang kelas Semua pintu keluar diblokir oleh para Orc.
    Para siswa lainnya berdiri di dekat jendela sambil berteriak,tetapi semua orang tahu bahwa melompat dari lantai enam sama dengan tertangkap oleh para Orc.

    Oppa! Oppa!
    Jin Ah menutup matanya sambil menggumamkan Jin Woo berulang-ulang di tengah-tengah siswa yang mencoba melarikan diri dari para Orc ke sudut.
    Saudaranya adalah Hunter Rank-S.
    Dan Jin Ah merasa seolah-olah dia akan berlari dari suatu tempat dan datang kemari.
    Itu satu-satunya harapannya.

    "Greuk"
    "Ugh?"

    Para Orc,yang telah mendorong siswa ke sudut ruangan,berhenti.
    Para Orc lalu berbicara dalam bahasa mereka sendiri

    "Kapten,ada orang yang memiliki mana"
    "Bunuh dia lebih dulu"

    Tidak seperti manusia biasa,manusia yang bisa menangani mana itu berbahaya.
    Dan mereka harus ditangani terlebih dahulu.
    Salah satu Orc,yang diperintahkan oleh kapten,memandangi para siswa dan menemukan Jin Ah. 

    "Ah!"

    Orc menarik pergelangan tangannya dan menyeretnya ke tengah kelas.

    "Apakah ini dia?"
    "Ya,Kapten"

    Bawahannya benar.
    Walau lemah,tetapi Kapten bisa merasakan mana darinya.
    Apakah itu kemampuan gadis itu atau dari senjata,itu tidak mengubah fakta bahwa dia adalah orang pertama yang akan dibunuh.
    Kapten lalu mengangkat kapaknya.

    "Ah ah...!"

    Jin Ah memandang kapak di atas kepalanya dan menutup matanya.

    "Hook"

    Kapten mendengus,membawa kapaknya ke bawah dengan wajah acuh tak acuh.

    Shiik-! 

    'Oppa!'

    Tapi kemudian.

    Huaak- 

    Asap hitam dari bayangan Jin Ah langsung muncul

    Clang!

    Kapten pengintai Orc membuka matanya karena terkejut.
    Pergelangan tangannya saat ini sedang dipegang High Orc dengan armor hitam.

    "Cruk?"

    Sebelum kapten,Orc bisa mengatakan apa pun. High Orc meninju dan menghancurkan kepalanya seperti semangka.

     Boom!

    Sebelumnya I Index I Selanjutnya

    1 Response to "Solo Leveling Ch 140"

    Komentar Cuy!!!
    Notice Me Senpai!!!!
    Notice Me!!!

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel