Solo Leveling Ch 143



  • Chapter 143 


    Pada saat itu,Groctar merasakan rambutnya di tubuhnya terangkat. 
    Apa itu? 
    Perasaan prajurit yang dilatih dengan sangat keras itu berubah menjadi ketegangan ekstrem. 
    Sesuatu yang kuat akan datang. 
    Aku senang. 
    Jantungnya berdetak dengan gila,dan itu bahkan terdengar oleh telinganya. 

    Lalu - 

    Jika kamu tidak keluar dari sini,kamu mati. 
    Insting seorang pejuang,yang ditajamkan seperti pisau,memberinya peringatan. 
    Dan setelah itu! 

     ...! 

    Groctar,yang telah melepaskan Jin Ah,melangkah mundur ke pintu dalam sekejap dengan gerakan binatang. 

    Bang-! 

    Pecahan kaca berserakan di seluruh tempat dengan suara ledakan. 
    Karena ledakan itu,Orc,yang menjaga pintu di dekat pemimpin,terdorong mundur. 

    ... 

    Groctar menatap diam-diam ke depan,dan napasnya terengah-engah. 
    Dia merasakan energi yang tidak biasa. 
    Dan dihadapannya,ada seorang pria yang sebelumnya tidak ada sedang melihat wanita ia serang tadi. Mata Groctar lalu sedikit bergerak ke samping. 
    Jendela di sudut lain. 
    Mereka semua hilang,itu seolah-olah sudah diledakkan.
    Apa dia yang menghancurkannya? 
    Penglihatan Groctar sendiri tidak mampu mengikuti gerakan pria itu. 

    ... 

    Di hadapan musuh kuat yang tak terduga,Groctar menelan ludahnya.
    Setetes keringat dingin jatuh di pelipisnya. 

    Kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! 

    Groctar mendongak ketika mendengar teriakan itu. 
    Di langit. 
    Dengan gagah,musuh kuat lainnya melayang-layang di atas seperti elang yang siap memangsa. 
    Ini mungkin pertarungan yang sulit,pikir Groctar. 
    Mata Groctar membesar,karena sesuatu yang belum pernah dilihatnya itu. 
    Dan pria itu dengan santai dengan melihat kondisi wanita itu. 

    "Hei," kata Groctar kepada musuh. 
    "Aku adalah Groctar Blade Red" 

    Itu adalah salam prajurit yang hanya akan ditunjukkan kepada lawan yang mungkin bisa mengambil nyawanya. 

    "Ada apa?" Pria itu bertanya pada Groctar,yang telah menyelesaikan perkenalannya. 
    "Kau siapa?" 

    Jin Woo mendongak dan berkata pelan: 

    "Diam dan tunggu di sana"

    Manusia berbicara dalam bahasa Orc? 
    Itu sangat mengejutkan Groctar. 
    Dan lalu monster di langit memberikan tekanan kuat,karenanya,para Orc,termasuk Groctar, tidak berani bergerak. 

    ** 

    "Cough, Cough" 

    Jin Woo menepuk punggung Jin Ah,dan dengan hati-hati memeriksa apakah tubuhnya terluka. Untungnya,tidak ada yang seperti itu pada tubuh Jin Ah. 
    Kecuali untuk bekas tangan yang terlihat jelas di lehernya. 
    Jin Woo lalu bertanya,dengan wajah tegas. 

    "Apa kau baik-baik saja" 
    "Oppa" 

    Jin Ah berhenti batuk dan air matanya mulai bergulir. 
    Jin Woo dengan sembarangan membelai kepala Jin Ah seolah menghibur anak yang terkejut itu. 

    "Oppa?" 

    Jika itu kakak Jin Ah maka... 
    Ah! 
    Para siswa kemudian tahu siapa pria yang saat berada di depan mereka.
    Itu Hunter Rank-S,Sung Jin Woo. 
    Kita selamat! 
    Para siswa yang menatap wajah Jin Woo semuanya menangis. 
    Itu bukan air mata keputusasaan dan ketakutan,itu adalah air mata sukacita dan kelegaan. 

    "Tidak ada lagi" 
    "Tidak apa-apa,tidak apa-apa" 

    Jin Woo mencoba bercanda untuk menenangkan adiknya yang sedang menangis. 
    Namun dia sebenarnya sedang mencari korban selamat lagi,tapi sayang,satu-satunya tanda kehidupan di sekolah yang luas ini hanyalah 17 orang yang ada di sini.

    ... 

    Wajah Jin Woo mengeras. 
    Jin Woo lalu dengan hati-hati menyingkirkan Jin Ah,yang tidak ingin menjauh darinya, dan memanggil Shadow Soldier's dengan jumlah yang sama dengan para siswa. 

    "Semuanya dengarkan aku..." 

    Para siswa mengangguk dan para prajurit lalu mengangkat mereka. 
    Dan untuk Jin Ah,dia secara khusus dipercayakan kepada [Ygritte]. 

    "Aku akan mengurus hal ini dan kau harus pergi" 

    Jika itu situasi biasa,Jin Ah pasti tidak mau mendengarkan,bahkan walau Oppa-nya itu adalah seorang Hunter Rank-S atau bahkan lebih kuat lagi. 
    Tapi kali ini Jin Ah menuruti Jin Woo dengan patuh. 
    Dia sangat takut dengan ekspresi yang dikenakan Jin Woo. 
    Dan kemudian Jin Ah mengangguk. 
    Ketika Jin Woo memberi isyarat,para prajurit yang memegang siswa melompat turun satu persatu melalui jendela yang hancur. 
    Para Orc yang melihat itu,tersentak dan hendak mengejar. 
    Tapi,Jin Woo menatap mereka dengan mata menakutkan dan berkata. 

    "Aku sudah bilang bukan,jangan berani kalian untuk bergerak" 

    Semua Orc berhenti,dan mereka gemetar. 
    Mereka benar-benar mengikuti arahan Jin Woo. 
    Lalu salah satu penjaga Orc yang pucat menatap Jin Woo dengan hati-hati dan berkata. 

    "Pemimpin-" 
    "Bagaimana?" 

    Groctar setuju. 
    Ini bukan waktunya memikirkan mangsa yang lemah itu. 
    Aku harus memusatkan semuanya pada pria di hadapanku ini. 
    Mulai sekarang,sudah waktunya bagi para pemburu untuk mulai menunjukkan siapa yang diburu dan siapa yang memburu. 

    'Tapi ... aku tidak bisa membiarkannya pergi' 

    Ucap Groctar. 
    Kedua penjaga lalu bergerak diam-diam ketika Groctar melirik mereka. 
    Jin Woo berbalik ketika semua siswa keluar dengan aman dari ruang kelas. 
    Jin Woo melakukan itu untuk memastikan jika semua murid tidak diserang. 

    'Untuk Orc ini ..' 

    Jin Woo yakin bisa menanganinya dalam sekejap. 
    Tapi,dia juga tidak ingin menunjukkan kepada adiknya atau murid lain tentang apa yang akan terjadi nanti. 
    Dan sekarang,karena semua mata itu sudah pergi. 
    Sudah watunya untukku melakukan pembersihan.

    ... 

    Kepala Jin Woo tiba-tiba berbalik ke arah tangga di luar ruang kelas. 
    Dua Orc,dengan sangat sunyi,mencoba turun dari sana. 
    Mereka mengejar anak-anak,tetapi Jin Woo tidak mempedulikannya. 
    Dia sudah mengirim Yggrite bersama mereka,dan Kaiser ada di luar saat ini.

    'Yang tersisa adalah berurusan dengan yang ada disini' 

    Jin Woo menghela napas ringan. 
    Namun,suasanya tetaplah terasa tebal dan berat. 

    "Apa?"  Gloctar bertanya lagi. 
    "Kau siapa? Kenapa kau bisa bahasa Korea?” 

    Jin Woo berjalan perlahan ke pemimpin,dan mengabaikan Groctar. 
    Segera setelah Jin Woo tahu bahwa dia tidak punya niat untuk menjawab,dia langsung bergerak mendekat. 

    "Serang" 

    Prajurit Orc pemberani,yang diperintahkan oleh pemimpin mereka juga,bergegas mendekati Jin Woo bersamaan.

    "Crreuk" 

    "Creak" 

    Waktu berhenti. 
    Jin Woo berjalan perlahan di antara Orc yang bergerak perlahan seperti layar berhenti dan menyerang mereka satu per satu. 
    Dia tidak perlu mengambil senjatanya. 
    Jin Woo hanya menggunakan jarinya saja. 
    Setiap kali ujung jari Jin Woo bergerak,kepala,bahu,pergelangan tangan,dan perut Orc meledak.
    Setelah membunuh lebih dari dua puluh Orc dalam sekejap. 
    Jin Woo berdiri di hadapan Groctar. 
    Groctar,yang hanya bisa mengikuti bayangan Jin Woo dengan matanya,menggerakkan bibirnya yang bergetar.

    "Apa-" 

    Tanpa kesempatan untuk mengeluarkan nadanya,mulut dan dagunya di tangkap oleh tangan kiri Jin Woo dan dia mengerang sebentar. 

    "Catch

    Jin Woo berjalan dan meletakkan kepalanya di dinding di lorong. 

    ba dum ba dum! 

    Raungan Groctar menyebar ke lorong kosong. 

    Tatapan Jin Woo juga menyapu ujung lorong. 
    Lorong-lorong penuh dengan siswa yang terbunuh. itu sulit untuk dilihat. 
    Namun,Jin Woo tidak memalingkan kepalanya dan memahatnya satu per satu ke dalam ingatannya. Sekarang adalah waktu untuk bertanya apa alasan Orc sialan ini melakukannya. 
    Tatapan Jin Woo kembali ke Groktar. 

    "Mengapa?" 

    Suaranya dingin. 

    "Mengapa kamu begitu cemas hingga membunuh manusia?" 

    Groctar,yang sudah kehilangan keinginannya untuk melawan,menjawab dengan gemetar. 

    "Ada suara yang menyuhku untuk membunuh manusia di kepalaku" 

    Jin Woo tampak bingung. 
    Bunuh manusia? 
    Aku pernah mendengar hal yang sama sebelumnya. 
    Tetapi pada saat itu,kata 'manusia' ditafsirkan sebagai 'Hunter' oleh Jin Woo. 

    Tapi - 

    Sekarang setelah Jin Woo mendengar orang ini,kata 'manusia' sepertinya benar-benar merujuk kepada semua manusia secara harfiah. 

    "Lalu bagaimana denganku" 

    Jin Woo bertanya lagi.  

    "Apa kau bisa mendengar suara yang menyuruh untuk membunuhku" 

    Wajahnya mendekat. 
    Itu tidak dapat dihindari,Groctar,yang telah menatap mata Jin Woo,lalu menggelengkan kepalanya seolah-olah menolak dan menggelengkan kepalanya dengan gila. 

    “Yo,Groctar" 

    Sesuatu yang tidak mungkin terjadi begitu saja. 
    Prajurit Orc yang pemberani lalu mulai menangis seperti anak kecil. 
    Saat dia menyaksikan monster yang ketakutan itu,Jin Woo tiba-tiba merasakan kepalanya menjadi dingin. 

    "Ya ..." 

    Di kepalanya,aku bukan manusia. 

    'Yah, itu tidak masalah' 

    Jin Woo tidak terlalu peduli tentang bagaimana monster memikirkan dirinya sendiri. 
    Mereka menyakiti manusia,jadi mereka melakukannya karena kehendaknya sendiri juga. 
    Groctar terus menangis dan membiarkan bahunya jatuh dalam ketakutan yang tak terkendali. 

    "Tolong maafkan aku" 

    Jin Woo menjawab. 

    "Aku akan memaafkanmu." 

    Kemudian dia memanggil 'The Devil King's Dagger' di tangan kanannya. 

    "Tapi jangan berpikir prosesnya akan mudah"

    ** 

    Tim penyerang Knight menyaksikan para monster bertarung dan mengabaikan mereka.

    "Huck" 
    "Bagaimana-" 

    Bisakah aku memanggil ini sebagai Raid? 
    Semut-semut itu dengan mudah mengalahkan monster undead dan mulai menelan mereka. 
    Musuh ditelan semuanya. 
    Para Hunter melebarkan mata mereka karena melihat itu.

    "Lalu apa yang tersisa jika mereka makan semuanya?" 
    "Yah,bahkan inti sihirnya" 

    Para Hunter terdiam ketika mereka menyaksikan inti sihir kelas atas memasuki perut monster, atau panggilan itu. 
    Dan untuk monster yang lebih rendah,entah kemana mereka. 

    "Berapa harganya?" 

    Ye-rim mencoba mengambil tubuh vampir,dan semut yang marah dan mengayunkan lengannya. 

    "Ah" 

    Yer-rim menjerit dan mundur,lengannya menahan serangan semut. 

    Thud - 

    "Aya" 

    Ye-rim kembali berdiri,dan menggosok pantatnya. 

    "Creuk-" 

    Ketika dia bangun,dia melihat seekor semut mengayunkan lengannya. 
    Dan membuka rahangnya yang besar dan jelek di depannya,itu seolah ingin menggigit kepalanya. Wajah Jeong Ye-rim kaku. 

    "Oh.ah" 

    Kemudian. 
    [Ber] kembali dan menahan semut itu. 
    Tapi,[Ber] juga membuka mulutnya seperti yang dilakukan semut lain. 
    Lalu... 

    "Kiee Ee-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e-e." 

    Mereka meraung. 
    Semut,yang menujukkan raungan dari dimensi berbeda terus meraung dan menciptakan gelombang suara yang kuat. 

    "kick-"  

    [Ber] melepaskan bahu Yeo-rim dan saat Yeo-rim bergegas pergi. 
    [Ber] mendekati Jeong Yeo-rim,yang menatapnya dengan tatapan kosong, dan mengulurkan tangannya. 

    "Eh ...?"

    Dengan bantuan [Ber],Hunter elit,yang meraih tangannya dengan tergesa-gesa, nyaris tidak 
    bisa bangkit. 

    "Terima kasih terima kasih" 

    Bibirnya berhenti ketika dia berbicara. 
    Ada cahaya biru samar di ujung jari tangannya. 

    "Sihir pemulih" 

    Mata Healer elit membesar. 
    Luka di lengannya sembuh segera setelah cahaya biru menghilang. 
    [Ber] menoleh untuk melihat bahwa lukanya telah sembuh total dan berteriak kepada semut. 

    "Kieeee" 

    Semut berhenti makan dan mulai bergerak kembali ke dalam Dungeon. 
    Jeong Ye-rim,yang menatap punggung [Ber],bergumam pada dirinya sendiri. 

    "Bagaimana bisa ... mahluk panggilan lebih baik dalam menyembuhkan daripada aku" 

    ** 

    Para Hunter tiba di sekolah. 
    Mereka lalu menaiki tangga,dan mengikuti arah yang ditunjukkan oleh kompas sihir. 
    Reaksi kekuatan sihir yang hebat datang dari koridor lantai enam. 
    Komandan Hunter berbalik dan berkata, 

    "Mulai dari saat ini...." 
    "berhati-hatilah" 

    Para Hunter lalu mengangguk. 
    Dan ketika mereka akhirnya mencapai ujung lantai enam,mereka akhirnya melihatnya.  

    "Huck" 

    Disana ada banyak potongan tubuh Orc,hingga sangat sulit untuk dihitung,dan 
    ditengah ruangan,seorang pria berdiri dengan gagah memegang belati yang dilumuri oleh darah. 

    'Bukankah dia ...?' 

    Pemimpin serangan hampir berteriak saat matanya bertemu dengan mata dingin milik Jin Woo. 
    Tetapi dia berhasil menenangkan dirinya dan mengambil alat komunikasi. 
    Ya,karena Hunter Sung Jin Woo berada di sini...... 
    Pemimpin lalu melihat sekeliling dan melaporkan lagi. 

    "Situasinya sudah berakhir."


    Sebelumnya I Index I Selanjutnya

    1 Response to "Solo Leveling Ch 143"

    Komentar Cuy!!!
    Notice Me Senpai!!!!
    Notice Me!!!

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel